Kamis, 09 Mei 2013

Gerhana Matahari 10 Mei 2013

Gerhana Matahari 10 Mei 2013, Umat Islam Dihimbau Bertafakkur dan Shalat Sunnah

Jakarta, bimasislam-- Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.


“Pada tanggal 10 Mei 2013 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin (Annular Solar Eclipse) yang melintas Australia, Timur Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Kepulauan Gilbert, dan untuk wilayah Indonesia hanya dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian saja.” Kata Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat, ketika ditemui bimasislam diruang kerjanya. (7/5)

Izzudin menambahkan, bahwa Awal Gerhana secara geosentris terjadi pada pukul 4:30 WIB, Puncak Gerhana terjadi pada pukul 7:25 WIB dan berakhir pada pukul 9:20 WIB. Sedangkan secara topocentris di Jakarta dapat diamati sejak pukul 06:00 – 06:25 WIB. Untuk melihat prediksi dan rentang waktu gerhana dapat dilihat pada situs http://xjubier.free.fr/en/site_pages/solar_eclipses.

Lebih lanjut, Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak se-Indonesia ini menjelaskan proses terjadinya gerhana, “Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seprti cincin yang bercahaya.” Terang anggota Badan Hisab Rukyat Kemenag ini sembari memperagakan prosesi gerhana.

“Bagi umat Islam di Indonesia dihimbau untuk melakukan shalat sunnah gerhana matahari (shalat sunnah Kusuf). Harap Dosen Falak UIN Semarang ini, menutup wawancara. (jml/foto:JBI)
(sumber Dirjen BIMAS ISLAM Kemenag RI)

 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar