Jumat, 24 Mei 2013
Sabtu, 18 Mei 2013
Jumat, 17 Mei 2013
Kamis, 09 Mei 2013
Gerhana Matahari 10 Mei 2013
Gerhana Matahari 10 Mei 2013, Umat Islam Dihimbau Bertafakkur dan Shalat Sunnah
Jakarta, bimasislam-- Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
“Pada tanggal 10 Mei 2013 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin (Annular Solar Eclipse)
yang melintas Australia, Timur Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan
Kepulauan Gilbert, dan untuk wilayah Indonesia hanya dapat menyaksikan
Gerhana Matahari Sebagian saja.” Kata Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag
Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat, ketika ditemui bimasislam diruang kerjanya. (7/5)
Izzudin
menambahkan, bahwa Awal Gerhana secara geosentris terjadi pada pukul
4:30 WIB, Puncak Gerhana terjadi pada pukul 7:25 WIB dan berakhir pada
pukul 9:20 WIB. Sedangkan secara topocentris di Jakarta dapat diamati
sejak pukul 06:00 – 06:25 WIB. Untuk melihat prediksi dan rentang waktu
gerhana dapat dilihat pada situs http://xjubier.free.fr/en/site_pages/solar_eclipses.
Lebih
lanjut, Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak se-Indonesia ini menjelaskan
proses terjadinya gerhana, “Gerhana sebagian terjadi apabila piringan
Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan
Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari
yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. Gerhana cincin terjadi apabila
piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari
piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran Bulan lebih
kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di
depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup
oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh
piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seprti
cincin yang bercahaya.” Terang anggota Badan Hisab Rukyat Kemenag ini
sembari memperagakan prosesi gerhana.
“Bagi umat Islam di Indonesia dihimbau untuk melakukan shalat sunnah gerhana matahari (shalat sunnah Kusuf). Harap Dosen Falak UIN Semarang ini, menutup wawancara. (jml/foto:JBI)
(sumber Dirjen BIMAS ISLAM Kemenag RI)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)